Iklan
Featured post

Aku menulis di saat aku merindukanmu~

Kau tahu? Menulis adalah kebutuhan ku. Sedang, rasa rinduku padamu selalu menggerutu di dadaku. Ah semua itu menyiksaku!

Senja yang menjadikan kita

Pict & Puisi Karya : Tia Septiana

Di awal senja. Ia mulai melukis muka. Senyum indah terpampang nyata. Darinya yang menumbuhkan cinta…

Pena menari di kalam sepi. Bergerak indah ikuti kata hati. Menciptakan kata mutiara. Untuk dia yang didamba…

Di akhir senja. Sang Muka datang dengan senyumnya. Si Pena tersipu  kaku malu. Tubuhnya kayu. Tak dapat sembunyikan. Apa yang sedang ia rasakan…

Lukisan muka diambilnya. Warna senja ditambahkannya. Tutur indah diucapkan. Dari sang Muka untuk si Pena…

Kau menciptakanku. Kau melukisku. Kau adalah bagian dari diriku. Muka bernyawa berkat Pena. Dan.. Kita menyatu dikala senja…

Menyendiri dalam kesendirian

Pict Facebook : Shella El’rochmah

Hari-hariku hanyalah tentang mengeja sepi. Menanti yang tak pasti. Mengais sunyi. Pada diri yang sepi seperti ini…

Semenjak kepergianmu, aku tak lagi ingin bercerita. Hingga akupun takut untuk kembali mengenal cinta. Aku takut jika harus jatuh dan kembali terluka. Sebab, sampai saat ini yang kurasa hanyalah lara. Iya, sekarang aku sendiri. Menikmati denting hari berkawan dengan sepi…

Adakah yang bisa membawaku pergi dari keadaan ini…? Tanyaku! Ah, biarlah sepi ini terus melandaku. Toh, hanya sepi yang setia menemaniku -,

Sendiri? Mungkin ini sebuah waktu agar aku lebih mampu membenahi diri dari hati yang penuh dengan dengki.

kadang, tanpa pernah aku sadari, aku telah menjadi aku yang aku benci -,

Kau bilang aku tukang tidur?

tidak! aku hanya ingin banyak tidur dan bermimpi, karena hanya dengan itu aku mampu menjumpaimu, cinta.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑